SSB 80 METER TRANSCEIVER IF455KHZ





SSB 80M BAND TRANSCEIVER IF 455 KC
Secara umum Transceiver memiliki diagram blok sebagai berikut, seperti pada gambar disamping .Pada dasarnya Transceiver
tebagi menjadi tiga bagian utama yaitu Bagian Vfo dan Bfo Bagian Transmitter (pemancar) Dan Bagian
Receiver (penerima), dimana terdapat beberapa blok khusus yang digunakan untuk kedua jalur tersebut
baik Transmiter atau Receiver. Sederhana sekali dalam merakit Transceiver ini alat yang kita Pergunakan
hanya Multi tester, RF Probe, SWR dan Power Meter, Radio HF SSB multi Band berfungsi sebagai monitor Frekwensi BFO, VFO, memonitor Balance Modulator sekaligus Exciter
baik pada transmitter atau Receivernya .
Data Transceiver :
Range Frekwency : 3.700 Kc a/d 3.900 Kc
Mode : LSB Singgle Conversi
IF : 455 Kc ( Keramik Filter tipe SFU 455 )
Local Oscilator : VFO dengan Fine Tuning varco
Bfo : Ceramic Filter SFU 455
RF PA : C1969
DC : 12V
RF Power : Lebih dari 10Watt
Keterangan Schema.
Urutan Perakitan berturut turut mulai dari merakit BFO, VFO, AF Amp, If Amplifier dan Produk detektor
ke rangkaian filter amplifier, Mic Amplifier, Balance modulator, RX mixer + Rf amplifier, terakhir TX urutan tersebut untuk mempermudah pengecekan masing masing unit karena rangkaian ini adalah penggabungan dari beberapa unit rangkaian tersendiri.

MODULATOR












MODULATOR
Rakit bagian ini semua lalu pasang IC LM 741 coba dengar out putnya dengan headphone putar potensio level out putnya coba bicara di mikropon harus sempurna tanpa ada cacat pada out putnya.

BALANCE MODULATOR.




BALANCE MODULATOR.
Balance modulator mempergunakan ic tipe MC1496 . Rakit semua
komponen dengan benar. Untuk cek rangkaian ini pasang probe ke outputnya pada ic MC1496 bila ada
sinyal pada probe set trimpot pada IC tersebut sampai simpangan nol lalu coba colok dengan pinset pada
input mic amplifiernya jarum probe harus ada simpangan. Lalu pasang micropon coba berbicara meter
pada probe harus bergerak gerak sesuai level input bicara anda. Pasang beberapa panjang kabel kecil
sebagai antenna coba monitor diradio HF anda disini sinyalnya masih DSB Uper dan Lower Side Bandnya
bunyi. Dengarka sampai tidak ada cacat disini rangkain sudah selesei. Lalu teruskan outputnya ke
Rangkian Filter Amplifier coba berbicara dengan memasang beberapa meter kabel ke sekunder IF
455 coba monitor di radio pada frekwensi 455 Kc dan coba berbicara . Apabila pada monitor radio anda sudah didapatka suara yang sempurna berarti sudah selesai
sekaligus untuk bagian If receivernya.

VFO.





VFO.
Untuk VFO kita mempergunakan Fet Tipe 2SK192 dan diperkuat dengan 2 buah transistor tipe C710. Rakit rangkaian ini serapi munkin dengan pemilihan komponen terutama capasitor disini kita
mempergunakan capasitor kertas pada rangkain Colpits oscilator. Tutup rangkaian ini dengan kotak dari logam beserta Varconya sekalian. Pengetesan VFO sama dengan rangkaian BFO Trime Ferit Koker osc SW1 monitor Frekwensinya dapatkan frekwensi antara 4.100 Kc s/d 4.300 Kc apabila tidak didapatkan range
frekwensi tersebut atur jumlah lilitan dan nilai capasitor bypas ke groundnya.

FILTER AMPLIFIER.





FILTER AMPLIFIER.
Pasang semua komponen dengan benar sampai kesepuluh ceramic filternya terpasang semua. Coba dengar pada speaker colok pada input if atau pasang beberapa meter kabel kecil yang berfungsi sebagai antenna trim Trafo if dengarkan suara di speaker sampai tidak ada cacat dispeaker harus berdesis keras.

BFO.





BFO.
Memprgunakan keramik filter tipe SFU 455 dua kaki
dikopel dengan capasitor trimer dan salah satu kaki pinggirnya ke basis transistor, BFO mempergunakan dua transistor tipe 2SC828. yang bekerja pada frekuensi 453.5Kc . sedangtrafo IF 455Kc warna hitam untuk mengatur level daripada BFO. Untuk mengecek rangakaian ini mempergunakan RF Probe. Pada output BFO cek dengan RF Probe sampai level output maksimum monitor di radio HF atau frekwensi Counter atur Capasitor trimer sampai terpenuhi frekwensi yang dibutuhkan yaitu 453.5Kc. Untuk cek apakah terjadi osilasi pada BFOini lepas Ceramik filter apakah RF Probe masih bergerak jika bergerak cek lagi rangakainnya sampai bila ceramik filter kita lepas RF Probe tidak bergerak.

BALANCE MIXER





BALANCE MIXER
Rakit bagian ini semua dengan baik. Mixer yang kita
pergunakan denga IC tipe MC1496 . Lalu pasang out put
VFO dan Out put Balnce Modulatornya pada input ic MC1496 laulu pasang Probe beri input mic dengan
af tone generator trim ferit pada skema band pass filter lihat simpangan meter probe sampai diperoleh simpangan meter
yang terbesar. Pasang microppon coba berbicara dimicropon lihat simpangan meter apabila kita tidak
berbicara micropon tapi ada simpangan pada jarum meter. Coba pasang beberapa meter kabel kecil pada out put tx amplifiernya monitor diradio sesuai dengan frekwensi kerja exciter kita dengan mode LSB apabila side band tidak kita dapatkan
pada mode LSB dengan sempurana atur lagi trimer capasitor pada BFO dan putar sedikit ferit pada trafo if warna hitam smpai didapatkan side band yang kita inginkan. Sampai disini selesailah ssb 80 meter band.

BAND PASS FITER.





BAND PASS FITER.

Skema band pass filter terdiri dari 2 trafo yang beresonansi pada frekuensi 3.5 Mhz. Dan 1 buah capasitor sebagai filter. Fungsi dari band pass filter adalah menyaring [filter ] dari frekuensi yang tidak dikehendaki, sehingga penguat berikutnya hanya menguatkan frekuensi yang di inginkan. Band pas filter juga memudahkan dalam mengetrim penguat selanjutnya .

PA TX AMPLIFIER.




PA TX AMPLIFIER.
Rangkaian PA kita mempergunakan tipe C1969 karena murah dan mudah didapatkan di pasaran. Buat trafo dengan baik dan benar jangan sampai email pada kawatnya sampai terjadi lecet pasang satu tingkat dulu pasang probe pada out put coba bicara di mikropon simpangan pada probe harus lebih besar dari tingkat exciter disini harus tidak sampai terjadi self osilasi apabila tidak bicara tidak ada simpangan pada jarum meter probe. Bila terjadi self osilasi coba cek bagian tersebut. Begitu pula
pada perakitan drivernya. Driver kita pakai transistor tipe SC2166 power level meter yang didapat harus lebih besar dari tingkat sebelumnya juga. Lalu final unit juga buat lilitan serapi mungkin. Apabila terjadi simpangan ketika tidak dimodulir berarti terjadi self oscilasi. Usahakan tidak ada self osilasi,power paling besar modulasi tidak cacat dan swr 1:1

LOW PASS FILTER.
Buat lilitan low pass filter dengan baik dan rapi L1 dan L2. pasang semua komponen cek penyambungannya dengan benar pasang dumy load 50 Ohm pada konektor out put antena jangan lupa SWR dan Power meternya dipasang. Berbicara di mikropon atur ferit Koker L1 dan L2 sampai didapat power maksimum lalu cek SWR nya harus menunjuk 1 : 1 dengan dumy Load 50 ohm jika tidak cek lagi Low Pass Filternya. Setelah itu coba pasang antena 80M Band ada di konektor radio anda monitor teman
yang QSO coba memasukinya dan minta report.




RECEIVER

RX MIXER DAN RF AMPLIFIER.
Rakit rangkain ini dengan baik dan benar dalam membuat lilitan harus dalam keadaan rapi. Masukkan
Sinyal VFO ke input mixer coba monitor teman teman yang sedang QSO putar ferit pada koker berturut
turut dari T1 lalu T2 sampai didapat sinyal penerimaan yang kuat
Penerimaan sinyal yang kuat dengan memperhatikan level pada S Meter. Apabila hal tersebut tidak
didapatkan coba cek lagi bagian ini lebih lanjut. Dengan demikian selesei sudah Bagian Receiver unit kita.

IF AMP DAN PRODUK DETECTOR.
Rakit dulu produc detectornya dari mulai keempat diode 1N60 dan trafo IF 455 warna hitam sampai dengan capasitor bypass trafo ke ground. Colok salah satu kaki pinggir trafo dengan obeng keraskan
volume audio harus ada reaksi pada speaker. Pasang transistor untuk penguatnya tes pada basisnya pada speaker harus lebih keras suaranya. Rakit bagian ini semuanya.

AF AMPLIFIER.
AF Amplifier dipergunakan IC tipe LM386 rakit bagian ini dan cek dengan Spiker pada out putnya. Colok
kaki inputnya dengan obeng harus ada bunyi dan tidak ada cacat pada saat vulume potensio diperbesar.

AM 80 METER BAND




AM 80 METER BAND

Pemancar am katanya sudah mulai ditinggalkan reken -rekan yang punya hobby “ngebrik” di frekuensi HF utamanya di 80M band banyak yang beralih ke SSB. Tapi kenyataannya AM 80 meter masih banyak yang menggunakan bahkan akhir akhir ini ramai sekali terutaman pada jam –jam propogasi membuka, sebab pancaran Hf sangat tergantumg
pada propogasi tidak seperti VHF.
Ini adalah skema AM pada frekuensi 3.5Mhz/80 meter band, skema ini sudah dicoba hasilnya bagus, mudah cara merangkainya, hampir tidak terjadi self osilasi, sehingga mudah dalam pengetrimannya. Kami memilih jenis transistor yang memang untuk frekuensi hf utamanya 3.5Mhz memang agak sedikit mahal. Power RF pada skema ini kira-kira 20W.
Jika rekan-rekan kesulitan dengan Oscilatornya bisa diganti dengan oscillator PLL 3.5Mhz dengan IC TC 9122. Atau bila punya HT ICOM IC 2N anda bias mengambil out put frekuensi PLL dari IC TC 9122 PIN no 2 [frekuensinya 100Khz sampai 4.99Mhz dengan step 5Khz] dan untuk zero beat anda pasang dioda faraktor pada masing-masing kaki kristal 5.120Mhz ke ground. Ceramic 30pf dilepas.
Modulator bisa gunakan apasaja yang penting dayanya sekitar 30 watt.

DATASHEET TRANSISTOR RF

DATASHEET TRANSISTOR RF

Sangat berguna bagi reken rekan yang suka pada elektronika utamanya radio frekuensi . Kami sajikan yang simpel yaitu , JENIS TRANSISTOR, DAYA OUT PUT, TEGANGAN KERJA [VCC] , FREKUENSI, DAN POWER INPUT. Semoga bermanfaat.

DATASHEET TRANSISTOR RF 1








DATASHEET TRANSISTOR RF 2






























DATASHEET TRANSISTOR RF 3
















CONVERTER 27MHZ TO 11.415MHZ





CONVERTER 27MHZ KE 11.415 MHZ.

Skema converter ini terdiri dari tiga bagian yaitu:
1. Oscillator yang bekerja pada frekuensi 16.585 Mhz.
2. Mixer reiceiver
3. Mixer transceiver

Cara kerja rangkaian adalah sbb:
Pada reiceiver mixer tuning penala if biru beresonansi pada frekuensi 11.415Mhz.ditambah frekuensi oscillator 16.585Mhz = 27Mhz. maka T2 harus beresonansi pada frekuensi 27Mhz.Out put dari mixer reiceiver ini kita sambungkan ke ant CB 27Mhz.
Pada transmitter Out dari CB 27Mhz [kita ambil dari out put balanc mixer] dikurangi frekuensi oscilator 16.585Mhz = 11.415Mhz. maka kerja dari mixer ic TA7310 adalah pengurangan sehingga out put ic pin 6 lewat if biru harus beresonansi pada frekuensi 11.415Mhz. kemudian dikuatkan 1 TR C2570 lalu disambung ke penguat berikutnya yaitu driver dan final.[pada skema ini tidak disertakan driver dan final] .


Catatan .
1. Trafo IF BIRU mestinya bekerja pada frekuansi 10.7Mhz . tapi bisa dikerjakan pada frekuensi 11.415 Mhz dengan memutar sedikit ferrit ke atas.
2. Kristal 16.585 Mhz sulit kita dapatkan maka bisa kita menjumlah atau mengurangi dari 2 kristal dengan mixer IC TA7310.

PLL TC9122 3.5MHZ








Cara Kerja Rangkaian Utama PLL
Lihat rangkaian utama PLL disamping, secara umum terdiri dari 4 buah blok unit utama, yaitu:1. VCO (Variable Controlled Oscillator)2. Programabled Divider (TC9122)3. Clock Reference Divider (TC5082)4. Phase Comparator (TC5081)
Secara umum cara kerja PLL adalah sebagai berikut:
Kita akan memulai siklus dari VCO. Misal VCO diharapkan beresonansi pada frekuensi 10MHz, maka keluaran VCO ini yang berada pada kisaran 10MHz akan dibagi dengan Programabled Divider TC9122 (misal dengan step 10KHz) sebesar 1000 (cara perhitungan 10MHz : 10KHz = 10.000.000), maka akan diperoleh keluaran berupa sinyal dengan frekuensi sebesar 10KHz.
Clock Reference Divider TC5082 berfungsi untuk membagi clock referensi dari frekuensi sebesar 10.240MHz menjadi 3 macam keluaran, yaitu 2.5KHz, 5KHz dan 10KHz. Keluaran ini identik dengan step up/down dari PLL kita.
Selanjutnya, sinyal keluaran dari TC9122 diatas sebesar dibandingkan dengan sinyal keluaran dari TC5082 yang stepnya harus matched dengan hasil pembagian diatas, yaitu step 10KHz. Kedua sinyal ini selanjutnya phasenya dibandingkan oleh sebuah Phase Detector TC5081. Bila kedua sinyal memiliki frekuensi yang sama persis, berarti mereka tidak memiliki perbedaan phase atau disebut dengan kondisi locked, maka TC5081 akan memberikan output berupa tegangan DC sebesar 0 volt. Sebaliknya, bila kedua sinyal memiliki frekuensi yang berbeda, maka mereka otomatis memiliki perbedaan phase, sehingga TC5081 akan memberikan output tegangan DC lebih besar dari 0 volt (maksimum 5 volt).
Tegangan DC ini kemudian diumpankan pada VCO melalui sebuah diode varactor, yaitu diode yang memiliki kapasitansi dalam berubah-ubah sesuai dengan besarnya tegangan mundur yang diumpankan dari TC5081 tersebut, yaitu memiliki range antara 0-5 volt DC. Dengan demikian, kita harus membuat VCO mampu bekerja pada band yang kita inginkan dengan masukan tegangan pada varactor antara 0-5 volt.
Demikian seterusnya, siklus ini berjalan secara berkesinambungan, sehingga frekuensi sinyal keluaran PLL terus dikoreksi oleh phase detector, sehingga akan diperoleh kestabilan. Ini yang kita inginkan …
Menentukan Up/Down Step PLL dan Programabled Divider
Karena kenaikan (up) dan penurunan (down) dari PLL adalah diskrit, maka kita perlu menentukan langkah/step up/down dari PLL yang akan kita buat. ,
Penentuan step ini sangat bergantung kepada beberapa batasan berikut:
Pembagi Maksimum TC9122, yaitu pembagi antara 1-3999
Frekuensi Kerja VCO, diusahakan tidak lebih dari 14MHz, namun saya coba sampai hampir 30MHz masih OK,
Pemilihan Pin Step pada TC5082, Step 2.5KHz pin 4, step 5KHz pin 6 dan step 10KHz pin 7, terhubung ke pin 8 dari TC5081TC5082 Pin 4 <–> TC5081 Pin 8, maka Step 2.5 KHzTC5082 Pin 6 <–> TC5081 Pin 8, maka Step 5.0 KHzTC5082 Pin 7 <–> TC5081 Pin 8, maka Step 10 KHZ Untuk memperkecil step, misal 1KHz dapat anda tambahkan divider 10 kali, sehingga output clock referensi adalah 1 KHz dengan menggunakan IC, misal TC4017. Namun, hal ini tidak kita bahas disini.
Membuat VCO . Catatan, tiap jenis diode varactor memiliki defleksi capacitancy yang berbeda-beda, untuk itu penggantian tipe varactor akan memberikan range kerja VCO yang berbeda. Anda dapat bereksperimen dengan memparalel 2 atau lebih diode varactor, paralel dan serial beberapa diode varactor untuk mendapatkan range frekuensi yang dikehendaki.Beberapa hal yang sangat perlu diperhatikan untuk memperoleh VCO yang cukup stabil, yaitu mengusahakan pemilihan jenis capacitor pada tank circuit dengan menggunakan capacitor kertas (biasanya disebut feeder) atau jenis NPO, yaitu capacitor yang nilai kapasitansinya tidak drifted terhadap perubahan suhu disekitarnya. Selain itu, penggunaan FET (Field Effect Transistor) diharapkanlebih stabil dibandingkan dengan menggunakan BJT (Bipolar Junction Transistor).Lain waktu akan saya ulas mengenai trik dalam pembuatan VCO yang stabil, namun bila anda tidak sabar untuk mengetahuinya, silakan untuk mencari melalui om google dengan beberapa kombinasi keyword sbb (Istilah VCO adalah identik dengan VFO, Variable Frequency Oscillator) :
Membuat Programabled Divider (TC9122)
Angka pembagi pada IC TC9122 ini adalah dikodekan dengan BCD (Binary Coded Desimal), atau artinya bilangan desimal yang dikodekan menjadi 4 digit bilangan binary, Angka Satuan diwakili oleh pin 3 s/d 6, Angka Puluhan diwakili oleh pin 7 s/d 10, Angka Ratusan diwakili oleh pin 11 s/d 14, Angka Ribuan diwakili oleh pin 15 s/d 16, Contoh, untuk mendapatkan angka pembagi 1250, maka setting yang dilakukan adalah:Ribuan = 1 [Pin16=0, Pin15=1]Ratusan = 2 [Pin14=0, Pin13=0, Pin12=1, Pin11=0]Puluhan = 5 [Pin10=0, Pin9=1, Pin8=0, Pin7=1]Satuan = 8 [Pin6=1, Pin5=0, Pin4=0, Pin3=0]
Susun rangkaian yang komponen utamanya adalah IC TC9122 ini, untuk sementara sambungkan pin 3 s/d pin 16 dengan DIP Switch, dimana nantinya DIP Switch ini akan digantikan dengan rangkaian logik controller (akan dijelaskan pada bahasan lain). Jangan lupa catuan maksimum untuk rangkaian PLL ini adalah 5 volt.
Pengetesan rangkaian dilakukan dengan hubungkan pin 2 TC9122 via coupling capacitor ke output VCO, ambil contoh output VCO adalah sebesar 10MHz, kemudian pencacah/divider kita set 1000, dengan frekuensi counter pada pin 17 harus mendapatkan pembacaan sebesar 10MHz : 1000 = 10KHz. Lakukan percobaan untuk nilai pembagi yang lain. Namun ingat, karena PLL belum terintegrasi semuannya, maka pembacaan ini kemungkinan belum stabil.
Membuat Clock Reference Divider (TC5082)
Fungsi TC5082 disini yaitu untuk mencacah/membagi clock referensi yang dibangkitkan oleh kristal 10.240MHz menjadi 2.5KHz (pin 4), 5KHz (pin 6) atau 10KHz (pin 7). Anda bisa melakukan adjustment terhadap clock referensi ini dengan memutar trimpot capacitor di kaki kristal, atau ada juga yang menggunakan diode varactor untuk keperluan ini, silakan menyesuaikan sesuai kondisinya.
Dengan semua komponen terpasang, lakukan pengukuran frekuensi pada beberapa pin berikut:- Pin 4 = 2.5KHz- Pin 6 = 5 KHz- Pin 7 = 10 KHz .
Tips
1. Usahakan membuat VCO sestabil mungkin melalui pemilihan bahan kapasitor dan transistor, merangkainya dengan hubungan sependek mungkin, membungkus VCO dalam box metal tertutup untuk menghindari interferensi serta perubahan suhu yang ekstrim dari luar, tegangan DC stabil/regulated, Bila kondisi ini tercapai, maka keluaran PLL kita akan memiliki noise yang cukup kecil, efeknya bisa anda rasakan langsung pada saat receive maupun transmit, sinyal anda akan linear dan bersih.
2. Perlu anda ketahui, proses pada seluruh bagian PLL akan memberikan kontribusi noise terhadap keluaran PLL. Jadi bila dibandingkan dengan keluaran VCO tanpa PLL, maka VCO memiliki keluaran yang lebih “bebas noise”, efeknya bila digunakan pada RX atau TX akan memiliki kualitas suara yang lebih bulat dan jernih. Sayang saya tidak memiliki spectrum analyzer, sehingga tidak dapat menampilkan untuk anda. Namun, tujuan kita disini adalah, sinyal dengan kestabilan frekuensi, nah kalau masalah ini PLL lebih baik dibanding VCO biasa.

PLL TC9122 100MHZ












PLL TC9122 100 Mhz. Dengan menambah ic prescaler LB3500 {1/8 kali} maka pll dengan ic tc9122 dapat bekerja pada frekuensi 100Mhz. frekuensi VCO 100Mhz dibagi 8 oleh ic LB3500 sehingga frekuensinya menjadi 12.5Mhz. Maka pll/VCO harus bekerja pada frekuensi sekitar 12.5Mhz . contoh:

Ribuan = 2
Ratusan = 5
Puluhan = 0
Satuan = 0
Maka didapat angka 2500 X 5khz = 12500Khz = 12.5Mhz.
Step 5Khz X 8 = 40Khz.

PLL CMOS




PLL CMOS
Mengingat IC PLL (phase locked loop) masih agak ma­hal, beralasan juga untuk mencari pengganti yang lebih murah, terutama untuk aplikasi yang tidak kritis dimana tidak mempersyaratkan spesifikasi tinggi. Dengan meng­gunakan IC4011 dimungkinkan membuat CCO (current controlled oscillator = osilator yang di­kendalikan arus) . Jika digunakan sebuah IC 4011 yang berisi empat gerbang NAND masing-masing dengan dua input, maka sebuah gerbang bertindak sebagai kompara­tor phasa dan yang lainnya sebagai penguat input. Rangkaian menyajikan sebuah PLL yang lengkap dengan menggunakan sebuah 4011 dan beberapa komponen dis­krit. Menilik kesederhanaan serta biaya mengesankan, dan dengan menggunakan 4011 yang tipi­kal diperoleh pengukuran berikut. Jangkauan frekuensi CCO (diatur oleh P2); 25 kHz — 800 kHz. Daerah kerja : 20% dari frekuensi kerja CCO. Level output : 45 mV diukur pada fin = 500 kHz, simpangan = ± 30 kHz, frekuensi modulasi = 1 kHz. Penekanan AM untuk 30% AM : lebih baik dari 40 dB. Level input minimum : kurang dari 2 mV dari sumber 50 Ohm. Karena setiap pabrik IC menggunakan proses dan geometri chip yang berbeda dapat diharapkan bahwa bila digunakan jenis IC yang berlainan hasil yang dipero­lehpun akan berbeda pula. Hasil terbaik dapat diperoleh dengan menggunakan IC yang gerbang-gerbangnya mem­punyai karakteristik alih yang terjal (mendekati karak­teristik swit ideal) dan yang menghasilkan cakap silang yang rendah dari rangkaian ini hasil yang ditampilkannya antar gerbang yang paling rendah. Dalam pengalaman kami, SCL 4011 dari Solid State Scientific merupakan contoh jenis chip yang baik.

PENYESUAI SSB




PENYESUAI SSB
Beberapa radio portable yang bermutu mempunyai sejumlah ban gelombang pendek dengan kestabilan yang cukup untuk penerimaan SSB (Single Side Band). Sa­yangnya radio tersebut tidak dilengkapi dengan detektor yang diperlukan untuk SSB, dan kerap kali selektivi­tasnya pun tidak memadai. Jika seseorang berminat pada penerimaan gelombang pendek SSB, maka diper­lukan sebuah rangkaian tambahan yang sesuai. Dalam rangkaian yang disajikan ini digunakan sebuah tingkat input FET (T1) sehingga impedansi input cukup tinggi untuk memungkinkan penghubungan penyesuai ke praktis semua jalur IF yang tersedia. Penguat pembatas dalam IC1 digunakan sebagai osilator. Penguatan yang tinggi dari penguat ini membuat rangkaian penyetala(LI, C2, - C4) hampir tidak perlu dibebani, sehingga dapat dicapai kestabilan osilator yang tinggi. Selain dari itu tingkat pembatas internal dalam penguat ini telah dirancang agar pengaruh perubahan tegangan catu men­jadi sekecil mungkin. TBA 120 (atau SO41P) juga berisi tahap pengali yang dalam rangkaian ini digunakan sebagai detektor produk. Untuk mempertinggi selek­tivitas, output dari dekoder ini disuapkan ke sebuah penyaring pelintas rendah (low pass filter) dengan freku­ensi potong kira-kira 3,4 kHz (R1, R4, R9, ... C11). Tingkat output (T2) adalah sebuah pembuntut emiter sederhana; yang dalam prakteknya dapat langsung meng­gerakkan semua headphone. Cara penyetelannya relatif sederhana :
pasang C2 pada posisi tengah;
dengan menggunakan C3, atur frekuensi osilasi sam­pai berpadu dengan frekuensi IF (455 kHz). Hal ini dapat dilakukan dengan bantuan sebuah pencacah frekuensi, bila anda memilikinya; bila tidak, setala­kan dengan sinyal AM biasa dan atur C3 sampai tidak ada beat.

PENGUKUR RESONANSI LC




PENGUKUR RESONANSI LC Rangkaian ini dimaksudkan untuk melakukan fungsi yang sama seperti grid-dip meter, yaitu pengukur frekuensi resonansi dari rangkaian penyetalaan LC. Tidak seperti grid-dip meter yang biasa, rangkaian ini bukan merupa­kan instrumen yang lengkap, tetapi harus digunakan bersama-sama dengan pencacah frekuensi agar diperoleh pembacaan yang langsung dari frekuensi resonansi. Rang­kaian terdiri dari penguat diferensialyang mengandung T1 sampai T4 dan sepasang kumparan L1 dan L2 Kumparan-kumparan ini dibelit pada gelendong yang lama tetapi diberi jarak yang cukup renggang sehingga bila rangkaian tidak digandengkan dengan rangkaian LC tidak akan terjadi osilasi spontan. Bila kumparan didekatkan pada rangkaian LC maka akan terjadi osi­lasi pada frekuensi resonansi dari rangkaian LC-nya, dan frekuensi ini dapat diukur dengan mengumpankan sinyal kolektor T3 ke pencacah frekuensi. Tidak diperlukan kontak yang langsung dengan rangkaian. Perlu diperha­tikan bahwa rangkaian ini merupakan suatu gagasan yang belum dikembangkan betul-betul, tetapi disajikan disini mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka yang sering bereksperimen. Oleh karena itu cara pembuatan L1dan L2 tidak diberikan secara terperinci.

PENGUBAH JALUR FREKUENS1 PENERIMA




PENGUBAH JALUR FREKUENS1 PENERIMA
Terdapat beberapa permancar yang menarik yang bekerja dalam jalur frekuensi dari 1,8 sampai 5,4 MHz seperti pelayaran, penerbangan, amatir dan pemancar broadcast didaerah tropik. Dengan bantuan sebuah pengubah yang sederhana, jelas ini dapat diterima oleh panerima MW yang biasa. Pengubah yang disajikan disini dapat mem­berikan penguatan tertentu, sehingga praktis dapat di­gunakan pada semua penerima biasa, bahkan dengan penerima yang mempunyai kepekaan yang relatif buruk sekalipun. FET 71 dipakai dalam konfigurasi rangkaian pernbuntut source untuk mengurangi pembebanan panda input dari rangkaian penyetala LC. Penguat pembatas (limiting amplifier) dari IC1 digunakan untuk rangkaian osilator, dan detektor pengalinya sebagai sebuah pen­campur (mixer). Rangkaian output (L4, C10, C11) disetalakan sampai kira-kira 1,7 MHz (175 m). Ini adalah juga frekuensi penyetalaan dari penerima MW yang se­baiknya diletakkan pada salah satu ujung dari Skala MW. Bila perlu, C10 dan C11 dapat dinaikkan sedikit untuk menyesuaikan penerimaan dengan suatu jalur MW yang lebih pendek. Pencampur yang diseimbangkan mempunyai keuntungan bahwa frekuensi osilator lokal­nya tidak muncul di output.
Output didisain untuk impedansi beban 50 Ohm (input antena baku); jika penerimaan tidak mempunyai input antena, belitkan pada penerimaan kira-kira 4 lilitan ke kanan sehingga memberikan penggandengan yang tepat pada antena (ferrite). Output pengubah dihubungkan langsung ke "kumparan" ini.
Adalah tidak mungkin untuk mengatakan bahwa dengan
cara yang sama dapat memperoleh hasil yang sama bila pengubah dihubungkan dengan sebuah radio kecil (portabel).
Alasannya adalahOsilator dalam radio-radio portabel biasanya me­mancar cukup kuat, dan pancaran ini dipungut oleh pengubah. Akibatnya timbul daerah "mati" dan frekuensi beat, yang masing-masing menimbulkan bunyi seperti penyetalaan pada daerah dimana tidak ada penerimaan samasekali dan daerah kosong dimana hanya ada siulan gangguan.
Antena ferrit dari penerima portable masih terhu­bung ke penerima ini. Hal ini memberikan efek yang sama seperti interferensi IF : suatu pemancar broadcast pada atau dekat frekuensi output dari pengubah akan tercampur dengan output dari pengu­bah. Penyetelan dari pengubah ini cukup sederhana, karena kumparan osilatornya tetap. C2B diputar sampai menerima suatu pemancar 5,4 MHz. Kemudi­an C1B diatur untuk memperoleh kuat sinyal yang maksimum. Setelah pengaturan ini, pemancar diseta­lakan ke 2 MHz dan Ll A dan L1B disetel untuk memperoleh kuat sinyal geser kedua kumparan itu maju mundur sepan­jang batang ferrite. Ulangi cara penyetelan tersebut sampai tidak diperoleh lagi perbaikan. Bila digunakan antena luar, sebuah batang ferrite yang pendek cutup memadai untuk Ll. Sedangkan bila tidak mengguna­kan antena luar, disarankan untuk menggunakan batang ferrite yang panjang, misalnya 8" dengan dia­meter 1/2". Papan rangkaian tercetak yang disajikan cocok untuk kapasitor penyetalaan buatan pabrik Toko dengan tipe 2A25MT1. Kapasitor ini berisi trimmer yang diperlukan, yang dapat dihubungkan ke titik-titik pada p.r.t. dengan tepat. Hanya sekali
penyetelan saja yang dibutuhkan oleh trimer ini Hasil pengukuran prototype :
— Penguatan pengubah (50 Ohm in dan out) :> 20 dB
— Jangkauan frekuensi : 1,7 . . . 5,4 (atau 6) MHz, sesuai dengan pengaturan C2B ;

Penekanan frekuensi bayangan > 30 dBHasil ini tidak dapat dijamin jika pengubah dihubung­kan dengan penerima MW portabel baku

PEMBANGKIT DSSC




PEMBANGKIT DSSC
Dengan menggunakan rangkaian ini dimungkinkan untuk memperoleh penekanan carrier yang lebih baik dari 40 dB pad frekuensi sampai 10 MHz. Impedansi beban dapat berbeda dari nilai yang ditunjukkan asalkan tahan­an DC nya tidak melampaui 2k2. Kerja yang optimum akan diperoleh jika rangkaian input dikemudikan oleh sebuah sinyal kira-kira 100 mV puncak ke puncak. Jika dibutuhkan untuk "memotong" sinyal output, level sinyal audio (input) harus dinaikkan. Penekanan carrier akan berkurang jika level sinyal osilator kristal terlalu tinggi.

PELIPAT DUA FREKUENSI DENGAN JALUR YANG LEBAR




PELIPAT DUA FREKUENSI DENGAN JALUR YANG LEBAR
Pelipat dua frekuensi biasanya menggunakan satu ting­kat transistor yang bekerja dalam klas C. Di rangkaian outputnya terdapat sebuah rangkaian penyetala yang berresonansi pada harmonik kedua. Besar redaman frekuensi dasar ditentukan oleh Q dari rangkaian penye­tala ini. Tetapi bila pelipat dua frekuensi menggunakan SO42P, potensiometer 100 Ohm digunakan untuk me­redam frekuensi dasar. Pada 10 MHz dan salam sinyal input tidak melampaui 30 mV rms, dapat diperoleh pe­nekanan frekuensi dasar sebesar 40 dB.

ALAT UKUR FREKUENSI



ALAT UKUR FREKUENSI
IC INTERSIL tipe 7226B merupakan pencacah tepat untuk sebuah alatukur frekuensi yang sederhana tetapi dapat diandalkan, yang mencakup jangkah 9 MHz. Rangkaian alatukur ini terbagi ke dalam empat bagian fungsional:
· Tingkat masukan, TI, T2, N2, N3;
· Pengali, FFIFF2, IC3, IC4;
· Pencacah, IC5;
· Penampil Ld, ... Ld6
Secara umum rangkaian ini merupakan
rancangan baku.. Fungsi utama tingkat masukan adalah mengubah isyarat masukan menjadi denyut-denyut segiempat yang akan dium­pankan ke pencacah secara langsung ataupun melalui pengali. Tingkat ini bisa menangani masukan tegangan sampai 50 Veff, ini sudah cukup untuk kebanyakan pengukuran. Dioda D. dan D2 menghantar apabila tegangan, masukan di atas 600mV jadi impedansi masukannya terutama di­tentukan oleh harga R2, yakni sekitar 1 M. Pengali (x 100) khususnya penting untuk pengukuran frekuensi-frekuensi antara 5 Hz dan 1...2 kHz.
Pencacah, Intersil 7226B, berisi sebuah osilator kristal, sebuah basis waktu, sebuah pencacah, dekoder tujuh segmen, sebuah multiplekser, Beserta sejumlah penggerak untuk kendali langsung penampil LED. Didalam prototip kami sebuah kristal 1 Mhz digunakan untuk menggerakkan chip tetapi pilihan kristal 10 Mhz lebih murah boleh digunakan. Penampil LED yang popular adalah MAN 4060A .
Fungsi sakelar-sakelar adalah:
S1a menghubungkan tingkat masukan dengan pencacah secara langsung atau melalui pengali.
S1b menjamin posisi titik decimal yang betul apabila pengali berada dalam rangkaian.
S2 menentukan titik decimal yakni apakah penampil membaca Khz atau Mhz.
S3 adalah saklar on of utama.
S4 bertindak menguji penampil jika ditekan semua segmen akan menyala .
Akhirnya alat ukur ini tidak dilengkapi penampil, ini dipasang pada PCB terpisah.

DAFTAR KOMPONEN
D1,D2,D4,…D6 = 1N4148 D3 = LED (merah)
R, = 1 k D7 ... D10 = 1n4001
R2 = 1 M T1= BF 2564
R, R6 = 470 T2 = BF 494
R4=220 T3 = BC 547
R5 = 2,2 k IC1 = 74LSO4
R7, R12= 4,7K IC2 =4013
R8 = 18 k IC3 = 4046
R9 = 330 IC4 = 4518
R10,R24, = 100 k ICS = 7226B (Intersil)
R11,R21…R23 = 10 k IC6 = 7805 R13... R20 = 10 Ld, ... Ld6 = MAN 4640A
R25= 4,7 M
Lain-lain:
Kondensator: S, = sakelar tukar dua kutub
C1,C8,C11…C13= 100 nF S2 = sakelar tukar C2 = 100uF/16V S3 = sakelar on/off dua kutub
C3,C6 = 10 kF/16 V S4,S5 = sakelar tekan bebas
C4= 22 pF X, = kristal 1 MHz /10Mhz
C5 = 1000uF/V
C7-C9 = 33 pF
C10= trimer 40 pF

PEMBANGKIT SSB





PEMBANGKIT SSB
Sinyal mikro­fon (mik kristal atau dinamik berimpedansi tinggi) diperkuat dan disuapkan ke pencampur balans (balanced mixer) dari SO42P. Trimer 100 Ohm dipasang antara kaki 10 dan 12 untuk memperoleh penekanan pembawa (carrier) yang maksimum. Osilator lokal menggunakan sebuah BF 494 (atau BF 194) dan sebuah filter keramik. Sinyal output dari SO42P adalah DSSC (Double Side band Suppressed Carrier). Sinyal ini dilewatkan melalui sederetan filter dan diperkuat dua bush op-amp 703. Output dari 703 kedua disearahkan dan akan mengemudikan BF 494 kedua bila pengemudian ke basis transistor ini melampaui kira-kira 0,5V, transistor rnulai membatasi sinyal input ke 703 pertama. Hal ini memberikan fungsi pemampat (compressor) bertahap yang dikehendaki. Ini terjadi dengan cepat (kontrol sepenuhnya berlangsung selama satu suku kata) tetapi tidak mengakibatkan kenaikan distorsi yang dapat didengar. Meskipun tampaknya agak ganjil jika meng­hubungkan suatu sistem kontrol yang dihubung singkat ke output filter keramik, beberapa pengukuran gagal untuk memperlihatkan suatu distorsi yang dapat diamati dari karakteristik filter band-pass. Kualitas tinggi dari sinyal SSB hanya diperoleh dengan pengorbanan pada daya output rata-rata. Jika dibutuhkan daya yang mak­simum, trimpot 100k pada basis transistor pengontrol dapat dihubung singkat, yang mengakibatkan pemampat bertahap (gradual compressor) tidak bekerja. Sinyal akan terpotong oleh 703 kedua, dan seperti yang telah diketahui SSB yang terpotong mempunyai efisiensi tinggi (dan kualitas yang terburuk ) Tentu saja dapat dipi­lih penyetelan kompromi antara kualitas tinggi dan efi­siensi tinggi dengan mengatur trimer 100k menurut selera masing-masing. Karena 703 kedua dapat dikemudikan sampai terjadi pembabatan sinyal (clipping)maka tidak dijamin bahwa sinyal outputnya cukup 'bersih. Karena itulah sebuah filter kaskade ke­dua ditambahkan. Seorang amatir yang berpengalaman tidak akan menjumpai kesulitan dalam menggunakan S042P, filter dan 703 untuk penerimaan maupun pernancaran. IF dapat disuntikkan pada titik 13 dari SO42P (tanda "X" dalam diagram).

BAMBANG SUTAMAN

Foto Saya
CURUG SEWU.PATEAN KENDAL, JAWA TENGAH